Strategi Memilih Lokasi Usaha

Strategi Memilih Lokasi Usaha

Strategi memilih lokasi usaha perlu diberikan oleh franchisor kepada mitranya ( franchiseenya) karena lokasi usaha adalah salah satu kunci keberhasilan suatu usaha seperti usaha waralaba minuman Delichoco ini. Akan tetapi masih banyak pengusaha mikro dan UMKM yang masih belum mengetahui dan juga mendapat kesempatan yang baik dalam mendapatkan tempat usaha yang cocok dan layak. Sehingga banyak pengusaha yang gagal ataupun tidak optimal dalam memulai / mengembangkan usahanya karena mendapatkan tempat / lahan lokasi yang kurang strategis . Bahkan dalam bisnis ritel, tiga syarat keberhasilan dalam pengembangan usahanya adalah 1. Lokasi 2. Lokasi dan 3. Lokasi lagi.

Lokasi tempat usaha adalah hal yang penting hampir dalam semua usaha, termasuk pula usaha minuman seperti delichoco ini. Hal ini terkait pada hampir semua fungsi manajemen seperti pemasaran, operasional, penyediaan barang dan jasa juga aspek sumber daya manusia. Dalam konteks Usaha Kecil dan Menengah, aspek penentuan lokasi usaha menjadi sangat vital dimana hal ini terkait baik dengan kegiatan produksi dan pemasaran produk usaha.

Strategi memilih lokasi usaha waralaba ini hampir seperti strategi dalam usaha ritel , dimana penentuan lokasi usaha ditentukan mengikuti wilayah dimana target pasar mereka berada, ada yang menyebut ini sebagai cakupan area perdagangan atau catchment area / trade area mapping . Berbeda lagi strategi memilih lokasi untuk industry manufaktur, penentuan lokasi lebih banyak ditentukan oleh wilayah dimana tersedia material / bahan baku dan sumber daya manusia yang melimpah dan memiliki harga murah, sehingga dapat menekan biaya operasional dan produksi. Hal ini menjadi penting karena secara tidak langsung akan mempengaruhi biaya dan investasi modal usahanya dimasa mendatang pada kedua jenis industry tersebut.

Strategi Memilih lokasi usaha ini selain ditentukan oleh jenis usaha dan karakteristik dari produk yang dipasarkan juga perlu dipertimbangkan dimana letak lokasi / lahan usaha yang cocok akan dikembangkan. Sehingga dengan disiplin sistematika ini, para pengusahadan umkm dapat menentukan tempat yang spesifik dan tepat untuk memulai usahanya. Sebagai contoh, usaha dengan produk yang memiliki karakter high buying impulse (seperti asesoris, snack & confectionary) cenderung membutuhkan tempat yang memiliki lalu lintas trafik orang yang tinggi (high traffic spots) yang mana dapat memperbesar peluang terjadinya transaksi pembelian. Strategi memilih lokasi usaha untuk produk yang berkarakter durable dan destination yang pada umumnya merupakan produk yang tergolong kategori kebutuhan secondary / tertiary, cenderung tidak memerlukan tempat dengan lalu lintas trafik tinggi karena setiap pembeli yang bertransaksi memang telah memiliki rencana sebelumnya (memiliki motif dan niat yang kuat untuk membeli). Untuk karakteristik durable dan destination product lebih membutuhkan tempat yang nyaman dan luas serta tenang, sehingga pembeli dapat dengan tenang memilih dan mempertimbangkan produk mana yang akan dibeli.
Strategi memilih lokasi untuk usaha waralaba minuman delichoco dan usaha retail ini pada dasarnya melalui proses yang sistimatis yang dimulai dari penilaian umum terhadap area geografis yang diikuti oleh penilaian yang spesifik terhadap karakteristik dari area penjualannya. Proses penilaiannya adalah:
1. Penentuan Target Market pilih area yang memiliki populasi target market yang sesuai dengan produk yang dijual
2. Seleksi area yang memiliki potensi pasar paling optimal
3. Evaluasi faktor pendukung yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan yang ada di area paling optimal tersebut.
Selain dari pada itu, hal yang juga sangat penting dilakukan dalam proses penentuan lokasi usaha ritel adalah analisa w yang merupakan analisa terhadap area geografis yang memiliki jumlah penduduk yang sesuai dengan target market. Hal ini menunjukkan pula indikasi adanya demand untuk produk yang dijual di area tersebut yang dapat mempengaruhi omset dan keuntungan perusahaan.
Pada umumnya, catchment Area dibagi menjadi 3 kategori yaitu Primary Area, Secondary Area dan Tertiary Area, yang ditentukan oleh jarak dan / atau waktu tempuh berkendaraan dari lokasi tempat tinggal konsumen target market Anda menuju tempat usaha Anda. Pembagian kategori Catchment Area adalah sebagai berikut:
Primary Catchment
Berjarak radius 1km – 5km dari lokasi usha Anda dan / atau maksimum 30 menit berkendaraan. Pada umumnya konsumen yang datang dari wilaah ini menuju ke took/outlet/resto/café mencapai 50%-80% dari total konsumen Anda.
Secondary Catchment
Berjarak radius 5km-10km dari lokasi usaha Anda dan / atau maksimum 30 – 45 menit berkendaraan. Pada umumnya konsumen yang datang dari wilayah ini menuju ke took/outlet/resto/café mencapai 15% – 25% dari total konsumen Anda.
Tertiary Catchment
Berjarak radius 10km – 15km dari lokasi usaha Anda dan/atau maksimum 60 menit berkendaraan. Pada umumnya konsumen yang datang dari wilayah ini menuju ke took/outlet/resto/café mencapai 15%-25% dari total konsumen Anda.